Archive for April 2014
SMAW
merupakan suatu teknik pengelasan dengan menggunakan arus listrik
berbentuk busur arus dan elektroda berselaput. Tipe-tipe lain dari
pengelasan dengan busur arus listrik adalah submerged arc welding SAW, gas metal arc
welding GMAW-MIG, gas tungsten arc welding G dan plasmaarc. Didalam
pengelasan SMAW ini terjadi gas penyelimut ketika elektroda terselaput
itu mencair, sehingga dalam proses ini tidak diperlukan tekanan/pressure gas
inert untuk mengusir oksigen atau udara yang dapat menyebabkan korosi
atau gelembung-gelembung didalam hasil las-lasan. Prose pengelasan
terjadi karena arus listrik yang mengalir diantara elektroda dan bahan
las membentuk panas sehingga dapat mencapai 3000 oC, sehingga membuat
elektroda dan bahan yang akan dilas mencair. Berdasarkan jenis arus-nya,
pengelasan ini dibagi atas arus AC dan DC, dimana arus DC dibedakan
atas Straight polarity- polaritas langsung dan Reverse polarity
- polaritas terbalik. Sedang mesin lasnya terbagi atas dua jenis yaitu
constant current - arus tetap dan constant voltage - tegangan tetap,
dimanapada setiap pengelasan busur arus listrik jika terjadi busur yang
membesar akan menurunkan arus dan menaikkan tegangan serta pada busur
yang memendek akan meningkatkan arus dan menurunkan tegangan.
Untuk mendapatkan pengelasan yang baik harus :
- menggunakan elektroda yang tepat
- jenis arus yang tepat
- jenis polaritas yang tepat untuk arus DC
- hindari gerakan pengelasan kiri kanan selama mengelas
- bentuk busur arus yang pendek, lakukan pengelasan secara mantap dan teratur
- laju pengelasan yang sesuai dengan kecepatan elektroda yang mencair.
- elektrode membeku / pengelasan terhenti
- bentuk kampuh las yang jelek
- busur arus las yang jelek karena mengembang
- Sedang selaput elektrode / fluks umumnya terbuat dariserat
kayu/sellulosa - titanium oksida
- titanium + senyawa basa
- Mn + Fe + Si
- Besi oksida
- CaCO3, yang akan membentuk jebnis-jenis elektrode berupa type : E, R, ER, EC, EW, B, RB, RG dan F.
- sifat dari bahan yang akan dilas
- posisi pengelasan
- type sambungan
- jumlah pengelasan
- kerapatan sambungan pengelasan
- jenis arus yang tersedia.
Las listrik TIG (Tungsten Inert Gas = Tungsten Gas
Mulia) menggunakan elektroda wolfram yang bukan merupakan bahan tambah. Busur
listrik yang terjadi antara ujung elektroda wolfram dan bahan dasar merupakan sumber
panas, untuk pengelasan. Titik cair elektroda wolfram sedemikian tingginya
sampai 3410° C, sehingga tidak ikut mencair pada saat terjadi busur listrik.
Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan.
Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.
Sebagi gas pelindung dipakai argin, helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas.
Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi.
Pembakar las TIG terdiri dari :
Tangkai listrik dilengkapi dengan nosel keramik untuk penyembur gas pelindung yang melindungi daerah las dari luar pada saat pengelasan.
Sebagian bahan tambah dipakai elektroda tampa selaput yang digerakkan dan didekatkan ke busur yang terjadi antara elektroda wolfram dengan bahan dasar.
Sebagi gas pelindung dipakai argin, helium atau campuran dari kedua gas tersebut yang pemakainnya tergantung dari jenis logam yang akan dilas.
Tangkai las TIG biasanya didinginkan dengn air yang bersirkulasi.
Pembakar las TIG terdiri dari :
Penyedia arus
Pengembali air pendingi,
Penyedia air pendingin,
Penyedia gas argon,
Lubang gas argon ke luar,
Pencekam elektroda,
Moncong keramik atau logam,
Elektroda tungsten,
Semburan gas pelindung.
Las Listrik Submerged
Pengembali air pendingi,
Penyedia air pendingin,
Penyedia gas argon,
Lubang gas argon ke luar,
Pencekam elektroda,
Moncong keramik atau logam,
Elektroda tungsten,
Semburan gas pelindung.
Las Listrik Submerged
Las Listrik Submergedyang umumnya otomatis atau semi otomatis menggunakan
fluksi serbuk untuk pelindung dari pengaruh udara luar. Busur listrik di antara
ujung elektroda dan bahan dasar di dalam timnunan fluksi sehingga tidak terjadi
sinar las keluar seperti biasanya pada las listrik lainya. Operator las tidak
perlu menggunakan kaca pelindung mata (helm las).
Pada waktu pengelasan, fluksi serbuk akan mencir dan membeku dan menutup lapian las. Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las.
Elektora yang merupakan kawat tampa selaput berbentuk gulungan (roll) digerakan majuoleh pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik ean dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan.
Pada waktu pengelasan, fluksi serbuk akan mencir dan membeku dan menutup lapian las. Sebagian fluksi serbuk yang tidak mencair dapat dipakai lagi setelah dibersihkan dari terak-terak las.
Elektora yang merupakan kawat tampa selaput berbentuk gulungan (roll) digerakan majuoleh pasangan roda gigi yang diputar oleh motor listrik ean dapat diatur kecepatannya sesuai dengan kebutuhan pengelasan.
PERLENGKAPAN LAS TIG
PERALATAN YANG
DIGUNAKAN PADA PROSES LAS TIG
Las gas tungsten (las TIG) adalah proses pengelasan
dimanabusur nyala listrik ditimbulkan oleh elektroda tungsten (elektroda tak
terumpan) dengan benda kerja logam. Daerah pengelasan dilindungi
oleh gas lindung (gas tidak aktif) agar tidak berkontaminasi dengan
udara luar. Kawat las dapat ditambahkan atau tidak tergantung dari
bentuk sambungan dan ketebalan benda kerja yang akan dilas.
Perangkat yang dipakai dalam pengelasan las gas tungsten
adalah:
1. Mesin
Mesin las AC/DC merupakan mesin las pembangkit arus AC/DC yang
digunakan di dalam pengelasan las gas tungsten. Pemilihan arus AC atau
DC biasanya tergantung pada jenis logam yang akan dilas.
Mesin las AC/DC merupakan mesin las pembangkit arus AC/DC yang
digunakan di dalam pengelasan las gas tungsten. Pemilihan arus AC atau
DC biasanya tergantung pada jenis logam yang akan dilas.
2. Tabung
gas lindung
Tabung gas lidung adalah tabung tempat penyimpanan gas
lindung seperti argon dan helium yang digunakan di dalam mengelas gas
tungsten.
Tabung gas lidung adalah tabung tempat penyimpanan gas
lindung seperti argon dan helium yang digunakan di dalam mengelas gas
tungsten.
3. Regulator gas
lindungRegulator gas lindung adalah adalah pengatur tekanan gas yang
akan digunakan di dalam pengelasan gas tungsten. Pada regulator ini
biasanya ditunjukkan tekanan kerja dan tekanan gas di dalam tabung.
4. Flowmeter untuk
gasdipakai untuk menunjukkan besarnya aliran gas lindung yang dipakai di dalam pengelasan gas tungsten.
5.
Selang gas dan perlengkapan pengikatnya
berfungsi sebagai penghubung gas dari tabung menuju pembakar
las. Sedangkan perangkat pengikat berfungsi mengikat selang dari tabung menuju
mesin las dan dari mesin las menuju pembakar las.
6.
Kabel elektroda dan selang
berfungsi menghantarkan arus dari mesin las menuju stang las, begitu juga aliran gas dari mesin las menuju stang las.
berfungsi menghantarkan arus dari mesin las menuju stang las, begitu juga aliran gas dari mesin las menuju stang las.
Kabel masa berfungsi untuk penghantar arus ke benda kerja.
7.
Stang las (welding torch)
berfungsi untuk menyatukan sistem las
yang berupa penyalaan busur dan perlindungan gas lindung selama
dilakukan proses pengelasan.
8. Elektroda tungsten
berfungsi sebagai pembangkit busur nyala
selama dilakukan pengelasan. Elektroda ini tidak berfungsi sebagai
bahan tambah.
9. Kawat las
berfungsi sebagai bahan tambah. Tambahkan kawat las
jika bahan dasar yang dipanasi dengan busur tungsten sudah mendekati
cair.
berfungsi untuk menyatukan sistem las
yang berupa penyalaan busur dan perlindungan gas lindung selama
dilakukan proses pengelasan.
8. Elektroda tungsten
berfungsi sebagai pembangkit busur nyala
selama dilakukan pengelasan. Elektroda ini tidak berfungsi sebagai
bahan tambah.
9. Kawat las
berfungsi sebagai bahan tambah. Tambahkan kawat las
jika bahan dasar yang dipanasi dengan busur tungsten sudah mendekati
cair.
10.Assesories
pilihan dapat berupa sistem pendinginan air
untuk pekerjaan pengelasan berat, rheostat kaki, dan
pengatur waktu busur.
untuk pekerjaan pengelasan berat, rheostat kaki, dan
pengatur waktu busur.
Definisi GMAW
Proses penyambungan dua material logam atau lebih menjadi satu melalui
proses pencairan setempat, dengan menggunakan elektroda (wire rodfiller
metal) yang sama dengan logam dasarnya (base metal) dan menggunakan gas
pelindung (inert gas).
Sejarah dan perkembangan GMAW
Proses las MIG sukses dikembangkan oleh Battele Memorial Institute pada
tahun 1948 dengan sponsor Air Reduction Company. Las MIG pertama kali
dipatenkan pada tahun 1949 di Amerika Serikat untuk pengelasan
alumunium. Keunggulannya adalah penggunaan elektroda yang berdiameter
lebih kecil dan sumber daya tegangan konstan (constant-voltage power
source) yang telah dipatenkan sebelumnya oleh H.E. Kennedy.
Pada tahun 1953, Lyubavskii dan Novoshilov mengumumkan penggunaan proses
las MIG menggunakan gas CO2 sebagai gas pelindung. Mereka juga
menggunakan gas CO2 untuk mengelas besi karbon. Gas CO2 dicampur dengan
Gas Argon yang dikenal sebagai Metal Active Gas (MAG), yang kemudian
berkembang menjadi proses las MAG.
Kelebihan GMAW
Proses Pengelasan GMAW memiliki performance dan hasil yang sangat baik.
Pada umumnya proses pengelasan GMAW memiliki beberapa kelebihan, yaitu :
Efisiensi tinggi dan proses pengerjaannya cepat.
Dapat digunakan untuk semua posisi pengelasan (welding position).
Tidak menghasilkan slag atau terak, layaknya yang terjadi pada las
SMAW/MMAW.
Memiliki jumlah deposit (deposition rates) yang lebih tinggi
dibandingkan SMAW.
Proses pengelasan GMAW sangat cocok untuk pekerjaan konstruksi.
Membutuhkan sedikit pembersihan setelah pengelasan.
Kelemahan GMAW
Pada proses pengelasan GMAW memiliki beberapa kelemahan , antara lain :
Wire-feeder memerlukan pengontrolan yang continuo.
Sewaktu waktu dapat terjadi Burnback.
Cacat las porositi/lubang-lubang kecil sering terjadi akibat
pengunaan gas pelindung yang kualitasnya tidak baik.
MIG vs MAG
Proses GMAW
Proses pengelasan GMAW, panas dari proses pengelasan ini dihasilkan oleh
busur las yang terbentuk diantara elektroda kawat (wire electrode)
dengan benda kerja. Selama proses pengelasan, elektroda akan meleleh
kemudian menjadi deposit logam las dan membentuk butiran las (weld
beads). Gas pelindung digunakan untuk mencegah terjadinya oksidasi dan
melindungi hasil las selama masa pembekuan (solidification).
Skema Peralatan GMAW
