Posted by : Unknown
Kamis, 13 Maret 2014
Selain besaran pokok dan besaran turunan, besaran fisika masih dapat dibagi atas dua kelompok lain yaitu besaran vektor dan skalar. Besaran vektor adalah besaran fisika
yang mempunyai besar dan arah. Besaran skalar adalah besaran fisika
yang mempunyai besar saja dan tidak mempunyai arah. Besaran fisika
seperti massa, jarak, waktu dan volume, termasuk besaran skalar.
Sedangkan besaran fisika seperti perpindahan, kecepatan, percepatan dan
gaya termasuk besaran vektor.
Membedakan besaran skalar dan vektor
Jika dikatakan massa sebuah bola adalah
400 gram, pernyataan ini sudah cukup bagi anda untuk mengetahui massa
bola. Anda tidak membutuhkan arah untuk mengetahui massa bola. Demikian
juga dengan waktu, suhu, volume, massa jenis dll. Ada beberapa besaran
fisika yang tidak dapat dinyatakan dengan besarnya saja. Jika dikatakan
seorang anak berpindah sejauh 100 meter, maka pernyataan ini belum
cukup. Anda mungkin bertanya, ia berpindah ke mana ? apakah ke arah
utara, selatan, timur atau barat ? Demikian juga apabila anda mengatakan
bahwa anda mendorong meja dengan gaya sebesar 200 N. Kemana arah
dorongan anda ? Nah, besaran demikian disebut besaran vektor, di mana
memerlukan penjelasan mengenai besar dan arahnya. Contoh besaran vektor
adalah perpindahan, percepatan, impuls, momentum dll. Anda dapat
memahaminya secara lebih jelas ketika mempelajari pokok bahasan yang
berkaitan dengan besaran tersebut.
Aturan penulisan besaran vektor
Dalam menuliskan vektor, apabila anda
menggunakan tulisan tangan, lambang suatu vektor umumnya ditulis miring
menggunakan huruf besar dan di atasnya perlu ditambahkan tanda panah,
misalnya . Untuk buku cetak, lambang vektor ditulis dengan huruf besar
yang dicetak tebal, misalnya F. Untuk besar vektor, apabila kita
menggunakan tulisan tangan maka besar suatu vektor ditulis dengan tanda
harga mutlak, misalnya |F|. Untuk buku cetak, besar vektor ditulis dengan huruf miring, misalnya F.