Posted by : Unknown
Selasa, 04 Maret 2014
4.Sejarah dan Perkembangan Bulu Tangkis di Indonesia
Dari mana cabang olahraga
badminton berasal dan bagaimana sejarah awalnya ? Orang hanya mengenal
nama badminton berasal dari sebuah rumah/istana di kawasan
Gloucester-shire, sekitar 200 kilometer sebelah barat London, Inggris.
Badminton House, demikian nama istana tersebut, menjadi saksi sejarah
bagaimana olahraga ini mulai dikembangkan menuju bentuknya sekarang. Di
bangunan tersebut, sang pemilik, Duke of Beaufort dan keluarganya pada
abad ke-17 menjadi aktivis olahraga ini. Akan tetapi, Duke of Beaufort
bukanlah penemu permainan itu. Badminton hanya menjadi nama karena dari
situlah
permainan ini mulai dikenal di kalangan atas dan kemudian menyebar. Badminton menjadi satu-satunya cabang olahraga yang namanya berasal dari nama tempat.
permainan ini mulai dikenal di kalangan atas dan kemudian menyebar. Badminton menjadi satu-satunya cabang olahraga yang namanya berasal dari nama tempat.
Yang juga tanda tanya
besar adalah bagaimana nama permainan ini berubah dari battledore
menjadi badminton. Nama asal permainan dua orang yang menepak bola ke
depan (forehand) atau ke belakang (backhand) selama mungkin ini tadinya
battledore. Asal mula permainan battledore dengan menggunakan
shuttlecock (kok) sendiri juga misteri. Dulu orang menggunakan penepak
dari kayu (bat). Dua orang menepak “burung” itu ke depan dan ke belakang
selama mungkin.
Permainan macam ini sudah
dilakukan anak-anak dan orang dewasa lebih dari 2000 tahun lalu di
India, Jepang, Siam (kini Thailand), Yunani, dan Cina. Di kawasan
terakhir ini dimainkan lebih banyak dengan kaki. Di Inggris ditemukan
ukiran kayu abad pertengahan yang memuat gambar anak-anak sedang
menendang-nendang shuttlecock. Permainan menggunakan kok memang
mempunyai daya tarik tersendiri. Setelah ditepak atau dipukul ke atas
maka begitu “jatuh” (menurun) kok akan melambat, memungkinkan orang
mengejar dan menepaknya lagi ke atas. Yang menjadi tanda tanya,
bagaimana bisa terbentuk kok seperti sekarang: ada kepala dengan salah
satu ujung bulat dan di ujung lain yang datar tertancap belasan bulu
sejenis unggas? Bahan-bahan untuk membuat kok memang sudah ada di alam.
Bentuk kepala kok yang bulat sudah ada di sekitar kita, biasa ditemukan
dalam buah-buahan atau batu.
Pertanyaannya adalah
bagaimana awalnya bulu-bulu abisa menancap di kepala kok ? Ada yang
berpendapat bahwa ada seseorang sedang duduk di kursi dan di depannya
meja tulis. Dia melamun dan memikirkan sesuatu yang jauh. Tanpa
disengaja dia mengambil tutup botol yang terbuat dari gabus dan kemudian
menancap-nancapkan pena yang ketika itu terbuat dari bulu unggas.
Beberapa pena tertancapkan dan jadilah bentuk sederhana sebuah
kok.
Tentu ini tidak ada
buktinya. Hanya kemudian memang terbentuk alat permainan seperti itu
yang di tiap kawasan berbeda bentuknya. Pada tahun 1840-an dan 1850-an
keluarga Duke of Beaufort ke-7 paling sering menjadi penyelenggara
permainan ini. Menurut Bernard Adams (The Badminton Story, BBC 1980)
anak-anak Duke – tujuh laki-laki dan empat perempuan – inilah yang mulai
memainkannya di ruang depan. Lama-lama mereka bosan permainan yang
itu-itu saja. Mereka kemudian merentangkan tali di antara pintu dan
perapian dan bermain dengan menyeberangkan kok melewati tali itu. Itulah
awal net. Akhir tahun 1850-an mulailah dikenal jenis permainan baru.
Pada tahun 1860-an ada seorang penjual mainan dari London – mungkin juga
penyedia peralatan battledore – bernama Isaac Spratt, menulis Badminton
Battledore – a new game. Tulisan tersebut menggambarkan terjadinya
evolusi permainan di Badminton House. Dalam bahasa Indonesia, Badminton
lebih terkenal dengan sebutan, Bulu Tangkis.
Riwayat singkat berdirinya Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI)
Pada jaman penjajahan
dahulu, ada perkumpulan-perkumpulan bulutangkis di Indonesia yang
bergerak sendiri-sendiri tanpa satu tujuan dan satu cita-cita perjuangan
di alam negara merdeka, memang tidak bisa dibiarkan berlangsung
terus.Harus diusahakan satu organisasi secara nasional, sebagai
organisasi pemersatu.
Untuk menempuh jalan
menuju satu wadah organisasi maka cara yang paling tepat adalah
mempertemukan tokoh perbulutangkisan dalam satu kongres. Pada saat itu
memang agak sulit untuk berkomunikasi antara satu daerah dengan daerah
lainnya. Satu-satunya yang bisa ditempuh adalah lingkungan pulau jawa
saja. Itupun bisa ditempuh setelah terbentuknya PORI ( Persatuan Olah
Raga Replubik Indonesia ).
Usaha yang dilakukan oleh
Sudirman Cs dengan melalui perantara surat yang intinya mengajak mereka
untuk mendirikan PBSI membawakan hasil. Maka dalam suatu pertemuan
tanggal 5 Mei 1951 di Bandung lahirlah PBSI ( Persatuan Bulutangkis
Seluruh Indonesia ) dan pertemuan tersebut dicatat sebagai kongres
pertama PBSI. Dengan ketua umumnya A. Rochdi Partaatmadja, ketua I :
Soedirman, Ketua II : Tri Tjondrokoesoemo, Sekretaris I : Amir,
Sekretaris II : E. Soemantri, Bendahara I : Rachim, Bendahara II : Liem
Soei Liong.
Dengan adanya
kepengurusan tingkat pusat itu maka kepengurusan di tingkat daerah /
propinsi otomatis menjadi cabang yang berubah menjadi Pengda ( Pengurus
Dareah ) sedangkan Pengcab ( Pengurus Cabang ) adalah nama yang
diberikan kepada kepengurusan ditingkat kotamadya / kabupaten. Hingga
akhir bulan Agustus 1977 ada 26 Pengda di seluruh Indonesia ( kecuali
Propinsi TImor-Timur ) dan sebanyak 224 Pengcab, sedangkan jumlah
perkumpulan yang menjadi anggota PBSI diperkirakan 2000 perkumpulan.
Arti dari lambang PBSI, adalah sebagai berikut :
1. Terdiri dari 5 warna yang mempunyai arti, antara lain :
- Kuning : Simbul kejayaan
- Hijau : Kesejahteraan dan kemakmuran
- Hitam : Kesetiaan dan kekal
- Merah : Keberanian
- Putih : Kejujuran
- Kuning : Simbul kejayaan
- Hijau : Kesejahteraan dan kemakmuran
- Hitam : Kesetiaan dan kekal
- Merah : Keberanian
- Putih : Kejujuran
2. Gambar Kapas : Berjumlah 17 biji yaitu melambangkan angka keramat yaitu hari proklamasi.
3. Gambar Shuttlecock : Dengan delapan bulu, melambangkan 8 atau bulan agustus.
4. Huruf PBSI : terdiri
dari 4 dihubungkan dengan gambar ½ lingkaran sebanyak 5 biji berwarna
merah dibawah shuttlecock, melambangkan tahun 1945.
5. Gambar Padi : sebanyak 51 butir yang melambangkan hari lahirnya PBSI yaitu tahun tanggal 5 Mei 1951.
6. Gambar Perisai : Adalah simbul ketahanan, keuletan, rendah diri tapi ulet, kuat dan tekun.
Perkembangan Bulu Tangkis di Indonesia
Dalam perkembangannya,
bulu tangkis di Indonesia sudah menjadi semacam olahraga rakyat. Banyak
juga prestasi yang sudah dihasilkan dari cabang olahraga ini. Indonesia
pernah berprestasi di Kejuaraan Dunia, Piala Thomas dan Uber, Kejuaraan
All-England, Piala Sudirman, serta pesta olahraga besar seperti Sea
Games, Asian Games, dan bahkan Olimpiade.
Banyak juga atlet-alet
yang berprestasi dari era Rudi Hartono, Susi Susanti, Liem Swie King,
Alan Budikusuma hingga era sekarang yaitu Taufik Hidayat, Markis Kido
dan Hendra Setyawan. Sebenarnya masih banyak atlet-atlet berprestasi
lainnya, tapi karena terlalu banyak, tidak mungkin disebutkan
satu-persatu.
![]() |
| Rudi Hartono |
Jika melihat prestasi
bulu tangkis Indonesia pada masa Rudi Hartono bermain, istilahnya tidak
dilihat pun pasti menang. Berbeda jauh dengan prestasi bulu tangkis
Indonesia sekarang, sudah dilihat secara langsung di stadion pun masih
kalah. Prestasi bulu tangkis di Indonesia memang seperti
‘rollercoaster’. Kadang naik kadang turun, dan jika naik hanya untuk
beberapa saat, lalu turun lagi.
Jika dilihat dari
prestasi di olimpiade sepanjang 20 tahun terakhir, sekarang prestasi
bulu tangkis Indonesia sangat jatuh terlalu jauh. Dari olimpiade 1992,
1996, 2000, 2004, dan 2008 Indonesia setidaknya menyumbangkan satu
medali emas dari cabang bulu tangkis. Tapi di olimpiade 2012 di london
yang baru saja selesai beberapa waktu yang lalu, Indonesia tidak mampu
menyumbangkan emas, bahkan merebut perak dan perunggu saja juga tidak.
Dari sini saya sebagai warga Indonesia mengaku kecewa, tetapi saya juga
tidak bisa melakukan apa-apa. Saya hanya bisa berharap PB PBSI mampu
berbenah dan mengembalikan kejayaan Indonesia di bulu tangkis seperti
jaman dulu.
Apa yang harus dilakukan
PB PBSI adalah pembinaan pemain muda, lalu jaminan hari tua. Dua masalah
ini menjadi faktor utama yang menyebabkan prestasi bulu tangkis di
Indonesia tersendat, selain urusan gaji. Pembinaan pemain muda sangat
penting dilakukan. Banyak sekali potensi-potensi yang ada dalam
pemuda-pemudi Indonesia, dan itu harus dikembangkan. Untuk masalah ini
perlahan PB PBSI sudah mengatasinya dengan adanya banyak pelatihan bulu
tangkis di Indonesia, dan ada kejuaraan seperti Sirkuit Nasional, yang
akan mengadu sesama atlet muda Indonesia yang berbakat. Tetapi ada satu
masalah lagi, yaitu jaminan hari tua, yaitu jaminan yang akan diberikan
kepada atlet saat pensiun nanti. Tidak sedikit atlet Indonesia yang
berprestasi dulunya pas sekarang sudah pensiun tidak jelas jadi apa.
Bahkan ada yang terlantar. Ini juga yang membuat tidak banyak kemauan
yang ada dari diri anak-anak Indonesia untuk menjadi atlet.
Related Posts :
- Back to Home »
- Penjaskes »
- Sejarah dan Perkembangan Bulu Tangkis di Indonesia

