meter persegi meter kubik meter per sekon newton kilogram per meter kubik watt joule
2.Gerak Lurus Beraturan (GLB)
Gerak
lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda yang menempuh lintasan
lurus yang dalam waktu sama benda menempuh jarak yang sama. Gerak lurus
beraturan (GLB) juga dapat didefinisikan sebagai gerak suatu benda yang
menempuh lintasan lurus dengan kelajuan tetap. Dalam
kehidupan sehari-hari, jarang ditemui contoh benda yang bergerak lurus
dengan kecepatan tetap. Misalnya, sebuah mobil yang bergerak dengan
kelajuan 80 km/jam, kadang-kadang harus memperlambat kendaraannya ketika
ada kendaraan lain di depannya atau bahkan dipercepat untuk
mendahuluinya. Gerak
lurus kereta api dan gerak mobil di jalan tol yang bergerak secara
stabil bisa dianggap sebagai contoh gerak lurus dalam keseharian.
Untuk lebih jelasnya lihat gambar berikut.
 |
| Kedudukan sebuah mobil yang sedang bergerak lurus beraturan |
Dari gambar di atas, tampak bahwa setiap perubahan 1 sekon, mobil tersebut menempuh jarak yang sama, yaitu 10 m. Dengan kata lain mobil tersebut mempunyai kecepatan yang sama, yaitu 10 m/s.
Grafik jarak terhadap waktu untuk gerak lurus beraturan Sebuah mobil bergerak lurus dengan kecepatan tetap yaitu 10 m/s dapat ditunjukkan dengan tabel dan grafik sebagai berikut.
 |
| Tabel hubungan waktu dan jarak pada GLB |
 |
| grafik hubungan waktu dan jarak pada GLB |
Pada gerak luru beraturan, berlaku persamaan :
dengan v = kecepatan (m/s) s = perpindahan (m) t = waktu yang diperlukan (s) Dari persamaan itu, dapat dicari posisi suatu benda yang dirumuskan dengan : s = v.t
Contoh soal GLB Sebuah
mobil bergerak di sebuah jalan tol. Pada jarak 5 kilometer dari pintu
gerbang tol, mobil bergerak dengan kelajuan tetap 90 km/jam selama 20
menit. Tentukan : a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit b. posisi mobil dari gerbang jalan tol
Penyelesaian jarak mula-mula s0 = 5 km kecepatan (v) = 90 km/jam waktu (t) = 20 menit = 1/3 jam
a. jarak yang ditempuh mobil selama 20 menit s = v. t = (90 km/jam).(1/3 jam) = 30 km
b. posisi mobil dari gerbang jalan tol s = s0 + v.t = 5 + 30 = 30 km
3.GERAK LURUS BERUBAH BERATURAN
Sebagaimana dijelaskan di depan bahwa sebuah benda yang bergerak tidak
selalu memiliki kecepatan yang konstan dan lintasan lurus. Dalam Dalam
kehidupan seharihari, setiap benda cenderung untuk mempercepat dan
memperlambat secara tidak beraturan. Gerak lurus yang memiliki
kecepatan berubah secara beraturan disebut gerak lurus berubah beraturan
(GLBB). Benda yang bergerak berubah beraturan dapat berupa bertambah
beraturan (dipercepat) atau berkurang beraturan (diperlambat).  Gambar di atas menunjukkan grafik sebuah benda yang bergerak lurus berubah beraturan dari keadaan awal v 0. Setelah t sekon, besar kecepatan benda itu berubah menjadi v t. Dari persamaan itu diperoleh :   sehinggan diperoleh persamaan :  Keterangan : v t = besar kecepatan pada t sekon (m/s) v 0 = besar kecepatan awal (m/s) a = besar percepatan (m/s 2) t = waktu (s) Jarak yang ditempuh benda pada saat t detik dapat dituliskan dengan persamaan berikut :  Dari persamaan di atas diperoleh hubungan S, v, dan a pada gerak GLBB seperti persamaan di bawah :   Sebuah
mobil mula-mula bergerak dengan kecepatan 10 m/s. Karena jalannya sepi
dan lurus pengemudinya mempercepat mobilnya sebesar 0,5 m/s 2 hingga kecepatannya menjadi 30 m/s. Berapakah jarak yang ditempuh mobil selama itu? Penyelesaian : v 0 = 10 m/s v t = 30 m/s a = 0,5 m/s 2Jarak yang ditempuh benda memenuhi :     Konsep gerak lurus berubah beraturan dapat diaplikasikan untuk menganalisis peristiwa gerak vertikal dan gerak jatuh bebas. Gerak Vertikal
Benda jatuh tentu tidak asing lagi bagi kalian. Bahkan mungkin kalian
pernah jatuh dari pohon. Benda jatuh ini merupakan contoh dari gerak
lurus dengan percepatan tetap (GLBB) yaitu sama dengan percepatan
gravitasi. Percepatan gravitasi dapat digunakan pembulatan sebesar g =
10 m/s2. Percepatan gravitasi ini juga bekerja pada benda
yang dilemparkan ke atas tetapi akan memperlambat gerak benda. Sehingga
secara umum percepatan gravitasi berlaku untuk gerak vertikal.
v0 = kecepatan awal benda (m/s) h = ketinggian benda (m) g = percepatan gravitasi (10 m/s2) t = waktu gerak (s) Gerak
Jatuh Bebas Seperti penjelasan di depan, gerak jatuh termasuk gerak
vertikal. Tetapi apa yang dimaksud dengan jatuh bebas? Kata bebas
ditambahkan untuk gerak jatuh yang tidak memiliki kecepatan awal (v0 = 0).
Jadi setiap benda jatuh dari ketinggian h seperti pada gambar, waktu dapat ditentukan menggunakan persamaan di atas. Untuk
mendapatkan kecepatan jatuh benda yaitu kecepatan benda ,jatuh sesaat
sampai di tanah dapat ditentukan dengan persamaan berikut :
Untuk menguji pemahaman kalian pada pokok bahasan Gerak dalam Satu Dimensi, mari kita coba selesaikan latihan soal yang tersedia
4.Notasi Ilmiah dan Angka Penting
Dalam fisika sering dijumpai biangan yang sangat kecil atau sangat besar. Sebagai contoh misalkan massa elektron kira-kira 0,0000000000000000000000000000000911
kg tentunya untuk membaca itu kita akan merasa kesulitan
menyebutkannya. Ada cara mudah untuk menuliskan bilangan tersebut yaitu
dengan notasi ilmiah. Notasi ilmiah adalah cara menuliskan suatu
bilangan balam bentuk sebagai berikut:
a,… x 10n
keterangan:
a = bilangan asli dari 1 sampai 9 (bilangan penting)
n = pangkat bilangan bulat (orde)
berdasarkan cara tersebut maka massa elektron dapat ditulis 9,11 x 10-31.
Selain dengan notasi ilmiah bisa juga kita menggunakan awalan untuk bilangan 10n. Misal, 109 biasa disebut dengan “giga” jadi bilangan 2 x 109 bisa juga ditulis 2 giga.
Angka Penting
Hasil pengukuran yang telah Anda lakukan dengan menggunakan alat ukur
adalah nilai data hasil pengukuran. Nilai ini berupa angka-angka dan
termasuk angka penting. Jadi, definisi dari angka penting adalah semua
angka yang diperoleh dari hasil pengukuran, termasuk angka terakhir yang
ditaksir atau diragukan. Angka-angka penting ini terdiri atas
angka-angka pasti dan satu angka taksiran yang sesuai dengan tingkat
ketelitian alat ukur yang digunakan.
Semua angka-angka hasil pengukuran adalah bagian dari angka penting.
Namun, tidak semua angka hasil pengukuran merupakan angka penting.
Berikut ini merupakan aturan penulisan nilai dari hasil pengukuran.
a. Semua angka bukan nol merupakan angka penting. Jadi, 548 memiliki 3 angka penting dan 1,871 memiliki 4 angka penting.
b. Angka nol yang terletak di antara dua angka bukan nol termasuk angka penting. Jadi, 2,022 memiliki 4 angka penting.
c. Angka nol yang terletak di sebelah kanan tanda koma dan angka bukan nol termasuk angka penting.
d. Angka nol yang terletak di sebelah kiri angka bukan nol, baik yang
terletak di sebelah kiri maupun di sebelah kanan koma desimal, bukan
angka penting.
Jadi, 0,63 memiliki 2 angka penting dan 0,008 memiliki 1 angka penting. Hal ini akan lebih mudah terlihat jika ditulis 63 × 10–2 dan 8 × 10–3.
Dalam penulisan hasil pengukuran, ada kalanya terdapat angka yang
digarisbawahi. Tanda garis bawah ini menunjukkan nilai yang diragukan.
Angka yang digarisbawahi termasuk angka penting, tetapi angka setelah
angka yang diragukan bukan angka penting. Jadi, 3541 memiliki 3 angka
penting dan 501,35 memiliki 4 angka penting.
Operasi Angka Penting
Untuk menyelesaikan operasi bilangan yang melibatkan angka penting,
diterapkan beberapa aturan yang sedikit berbeda dengan operasi bilangan
biasanya. Sebelum membahasnya lebih lanjut, kita harus tahu prinsip
pembulatan angka terlebih dahulu.
1) Pembulatan Angka
Pembulatan angka ini sering digunakan dalam materi-materi selanjutnya.
Aturan dalam pembulatan angka penting adalah sebagai berikut.
a. Angka lebih dari 5 dibulatkan ke atas dan angka kurang dari 5 dihilangkan.
Contoh: 456,67 dibulatkan menjadi 456,7
456,64 dibulatkan menjadi 456,6
b. Apabila tepat angka 5, dibulatkan ke atas jika angka sebelumnya angka
ganjil, dan dihilangkan jika angka sebelumnya angka genap.
Contoh: 456,65 dibulatkan menjadi 456,6
456,55 dibulatkan menjadi 456,6.
2) Penjumlahan dan Pengurangan Angka Penting
Operasi penjumlahan dan pengurangan angka penting mengikuti aturan:
Penulisan hasil operasi penjumlahan dan pengurangan mengikuti jumlah
angka taksiran yang paling sedikit dan pembulatan dilakukan sekali saja.
3) Perkalian dan Pembagian Angka Penting
Operasi perkalian dan pembagian mengikuti aturan sebagai berikut.
Jumlah angka penting pada hasil akhir harus mengikuti jumlah
5.HUKUM NEWTON TENTANG GERAK
Hukum I Newton
"Jika resultan gaya pada suatu benda sama dengan nol maka benda yang
mula-mula diam akan terus diam, sedangkan benda yang mula-mula bergerak
akan terus bergerak dengan kecepatan tetap".
Sifat benda yang cenderung mempertahankan keadaan geraknya (diam atau
bergerak) inilah yang disebut sebagai kelembaman atau inersia
(kemalasan). Oleh karena itu hukum I Newton disebut juga dengan hukum
kelembaman atau hukum inersia.
Hukum II Newton
"Percepatan yang dihasilkan oleh resultan gaya yang bekerja pada suatu
benda berbanding lurus dengan resultan gaya, searah dengan resultan
gaya, dan berbanding terbalik dengan massa benda."
Satuan SI untuk gaya adalah newton (N), untuk massa dalam kg dan percepatan dalam m/s2.
Hukum III Newton "Jika A mengerjakan gaya pada B, maka B akan rengerjakan gaya pada A, yang besarnya sama tetapi arahnya berlawanan." atau "Untuk setiap aksi, ada suatu reaksi yang sama besar tetapi berlawanan arah"
Beberapa Jenis Gaya
Gaya Berat (Berat) Berat (w) adalah gaya gravitasi bumi yang bekerja pada suatu benda (sering disebut dengan gaya tarik bumi).
w = mg
Vektor berat suatu benda di bumi selalu digambarkan berarah tegak lurus
ke bawah, dimana pun posisi benda diletakkan, baik pada bidang
horizontal, pada bidang miring, atau pada bidang tegak.
Berdasarkan gambar di atas menunjukkan bahwa arah vektor berat selalu tegak lurus ke bawah. Gaya Normal
Gaya normal (N) didefinisikan sebagar gaya yang bekerja pada benda, dan
berasal dari bidang tumpu. Arahnya selalu tegak lurus pada bidang tumpu.
Berdasarkan gambar di atas, menunjukkan bahwa arah gaya normal selalu tegak lurus bidang tumpu
Gaya Gesekan
Gaya gesekan (f) termasuk gaya sentuh yang muncul jika permukaan dua
benda bersentuhan langsung secara fisik. Arah gaya berlawanan dengan
kecenderungan arah gerak.
Ketika mendorong sebuah benda dan benda tidak bergerak, maka gaya gesekan pada benda adalah gaya gesekan statis (fs) Tetapi jika bergerak, maka gaya gesekannya adalah gaya gesekan kinetis (fs).
Gaya gesekan statis mulai dari nol dan membesar sesuai dengan gaya
dorong yang diberikan sampai mencapai suatu nilai maksimum (fs maks). Sedangkan, gaya gesekan kinetis selalu lebih kecil daripada gaya gesekan statis maksimum.
Gaya Tegangan Tali
Tegangan tali (T) adalah gaya tegang yang bekerja pada ujung-ujung tali karena tali tersebut tegang.
Gaya Sentripetal
Gaya sentripetal (Fs) adalah gayayang bekerja pada benda yang bergerak melingkar. Arahnya menuju pusat lingkaran.


ax = percepatan sentripetal
ah angka penting yang paling sedikit.
Untuk perkalian dan pembagian angka penting dengan angka eksak, hasil akhir mengikuti jumlah angka penting tersebut.
|